Pembagian Alat Bantu Jalan Tongkat Sosial Secara Cuma-Cuma

07 June 2016 - Kategori Blog

Pembagian Alat Bantu Jalan Tongkat Sosial Secara Cuma-Cuma

Alat Bantu Jalan Tongkat Untuk Bakti Sosial

Mungkin ada orang yang bertanya-tanya mengenai apa itu fungsi dari baksos atau bakti sosial. Bakti sosial merupakan kegiatan yang mana memiliki tujuan sosial dan kebutuhan manusiawi. Sebagai makhluk sosial, peduli dengan sesama sudah menjadi sebuah hal yang wajar bagi semua manusia. Mereka yang cacat dan tidak mampu berjalan dengan wajar karena masalah kebutaan akan merasa terbantu jika ada pihak yang memberikan mereka bantuan berupa alat bantu jalan tongkat. Alasan diselenggarakannya baksos alat bantu jalan adalah karena masih banyak penyandang tunanetra yang tak mampu melakukan pembelian sama sekali pada tongkat-tongkat tersebut.

Sumbangan Alat Bantu Jalan Tongkat

Kegiatan menyumbang alat bantu jalan tongkat sudah lama dilakukan oleh banyak pihak. Alasan yang tepat adalah karena penyandang tunanetra sangat kesulitan dalam melakukan bermacam kegiatan atau aktifitas keseharian mereka. Keterbatasan visual membuat mereka harus menggunakan alat bantu jalan yang sesuai. Konsep tongkat bantu jalan seringkali dikaitkan dengan bagaimana kelelawar menangkap sinyal dari benda-benda disekitar mereka untuk mengetahui dimana mereka berada.  Hal ini sama jika penyandang tunanetra berjalan dan mereka mengetuk-ngetukkan tongkat pada sebuah tempat untuk menentukan dimana posisi mereka. Karena itulah kebutuhan tongkat amat penting bagi penyandang tunanetra.

Menyumbang Alat Bantu Jalan Tongkat Untuk Baksos

Meskipun dana yang digunakan untuk kegiatan baksos pemberian alat bantu jalan tongkat pada para tunanetra terbatas, namun dapat dipastikan bahwa terkadang ada pihak yang menginginkan pembelian tongkat yang mahal untuk para penyandang cacat mata tersebut. Salah satu tongkat yang paling populer meskipun memiliki harga yang mahal adalah tongkat ultrasonik. Prinsip kerja dari tongkat tersebut sama dengan yang dimiliki oleh kelelawar yang mana menggunakan gelombang ultrasonik. Alat bantu ini termasuk alat bantu elektronik. Dari segi fisik, tongkat tersebut amat mirip dengan tongkat pada umumnya yang digunakan oleh tunanetra. Namun fungsi lebihnya adalah indikasi suara yang dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan benda-benda disekitar pengguna.

alat bantu jalan

Mereka yang menyumbang alat bantu tongkat jalan dengan fitur ultrasonik juga perlu memahami secara menyeluruh bagian-bagian dari tongkat tersebut beserta fungsinya. Tongkat dengan fitur ultrasonik tersebut memiliki 2 bagian utama. Yang pertama adalah tongkat yang sudah dilengkapi dengan sensor SRF04 yang mana merupakan sensor ultrasonik. Tongkat ini disertai pegangan yang bisa bergetar juga. Sedangkan bagian kedua dari tongkat tersebut adalah sebuah kotak yang dapat diletakkan pada pinggang pengguna. Kotak tersebut berisi sistem elektronik yaitu buzzer dan juga power supply. Sensor ultrasonik akan mengirimkan gelombang dan pantulan akan diterima. Pengguna bisa mendeteksi beberapa benda yang ada disekitarnya untuk mendapatkan sebuah visualisasi yang jelas.

Namun jika untuk dijadikan sumbangan, alat bantu jalan tongkat yang sering dipilih adalah yang paling simpel dan terjangkau. Bakti sosial untuk tongkat berjalan yang gratisan tentu memiliki kendala dana sehingga seseorang perlu memastikan terlebih dahulu jenis tongkat apa yang paling cocok digunakan untuk sumbangan. Aspek ekonomis sering dipertimbangkan namun juga tidak melupakan aspek fungsi dari tongkat itu sendiri. Kesalahan seseorang adalah karena mereka tidak memiliki pertimbangan jelas mengenai harga dalam pemberian tongkat sehingga mengalami pengeluaran yang amat besar dari kegiatan baksos itu sendiri.

Pertimbangan tidak hanya dilandaskan pada aspek harga dan juga fitur teknologi dari alat bantu jalan tongkat yang dijadikan sebagai pilihan alat kesehatan untuk disumbangkan. Pertimbangan yang lain adalah dari segi material yang digunakan untuk memproduksi alat bantu tersebut. Pilihan bahan yang digunakan untuk alat bantu tersebut amat beragam. Aluminium adalah yang paling sering digunakan untuk memproduksi alat bantu jalan. Namun aluminum dianggap tidak terlalu kuat untuk jangka panjang sehingga seseorang cenderung mencari alternatif bahan lain untuk dijadikan pilihan alat bantu jalan untuk disumbangkan bagi penyandang tunanetra.

Pilihan bahan yang paling populer adalah fiber karbon dan sudah diminati banyak orang yang ingin menyumbang alat bantu jalan tongkat. Fiber karbon memiliki dua kelebihan utama yaitu karena ringan dan juga tahan lama. Bagi penyandang cacat, tongkat fiber karbon dapat dibawa dengan mudah kemanapun mereka pergi. Mengenai aspek ketahanan, tongkat ini sudah tidak dipungkiri lagi memiliki ketahanan yang bagus untuk dijadikan sebagai alat bantu jalan untuk jangka panjang. Karena itulah, bahan fiber karbon sering dipilih meskipun memiliki harga yang cukup mahal bagi para penyumbang.

Kegiatan baksos untuk pemberian alat bantu jalan tongkat yang cuma-cuma akan terus berlangsung selama banyak pihak yang ingin melakukan kegiatan tersebut dan masih banyak penyandang tunanetra yang mana membutuhkan bantuan karena mereka tidak mampu melakukan pembelian alat bantu tersebut. Mengenai tempat pembelian alat bantu jalan, pilihan masih didasarkan pada 2 alternatif yaitu pada toko alat bantu kesehatan dan juga pada toko online. Mengenai efisiensi, maka toko online adalah yang paling dipilih karena memiliki beragam manfaat dan juga diskon.

 

, , ,

 
Chat via Whatsapp